Review Honda ADV 160 2022 : Langsung Dibawa Touring, Ternyata Lebih Nyaman! (Part 1)

IndoRide.com – Assalamualaikum brosist, salam geber sampai redline!

Brosist, alhamdulillah di weekend (23-24 Juli) ini, Saya dan 9 sahabat Blogger dan Vlogger diajak untuk langsung merasakan performa keseluruhan dari Honda ADV 160. Yep, gagal ikut test di Cikarang awal bulan kemarin, akhirnya Indoride langsung bisa geber skutik dengan genre sport adventure ini secara lebih maksimal! Ajib😍

Judulnya sih boleh fun touring, jaraknya sih boleh deket, tapi yang namanya ngetes motor, ga boleh yang namanya setengah-setengah! Kali ini, acara dimeriahkan dengan 5 Blogger (Saya indoride.com, Mas Ari aripitstop.com, mang kobay kobayogas.com, om Vandra monkeymotoblog.com, dan wak haji taufik TMCblog.com yang nyusul dari Bogor), serta 5 Vlogger (Gus Ali, Revdy, ASMrider, Ajgum, dan Dendi Malik). Seru!

Dengan spesifikasi TB 180cm dan BB 1xx KG, apakah Honda ADV 160 mampu mengakomodir kenyamanan berkendara untuk saya? Kita geber abis motor yang “hampir berubah total” ini secara detail. Seperti apa reviewnya, cus disimak bro.

City Touring Honda ADV 160, fokus pada performa!

Soal rute, kali ini memang ga begitu panjang bro. Secara total, ga sampai 200km kalau kita tarik dari Maps. Tapi… rute kali ini cukup menantang! Kami start dari Astra Biz Center yang berlokasi di BSD, menuju ke Langit Teduh Resort, di daerah Bogor Selatan.

Siap gas!

Menurut informasi dari team yang survei, trek kali ini bisa bikin kita paham seutuhnya mengenai karakter dari Honda ADV 160. Hmm. Langsung digas aja deh!

Saya gas Honda ADV 160 ABS warna putih doff, lengkap dengan feature tambahan seperti Honda Selectable Torque Control (HSTC) dan Antilock Braking System (ABS) untuk versi termahalnya ini.

Foto dulu sama vlogger2 terkenal

Soal ergonomi sih, bisa dibilang enak ya! Dengan tinggi 180cm, masih bisa mengakomodir kebutuhan Saya untuk kenyamanan diatas motor ini. Posisi badan tegak, kaki juga nggak terasa “nongkrong” jadi nyaman dan nggak pegal! Posisi stang juga ga begitu jauh dari tubuh, sehingga gak bikin pegel buat jalan berlama-lama! Apa benar? Nanti kita buktikan!

Posisi duduk nyaman!

Berhubung belum test sama sekali Honda ADV 160 ini, di kilometer2 awal saya lebih fokus menggali soal performa dan ride quality dari motor ini. Ternyata, ubahan total pada mesin dan rangka membuat motor ini jadi lebih nikmat untuk dikendarai!

Mesin 156cc 4 valve liquid cooled yang lebih bertenaga dibanding versi sebelumnya, disalurkan melalui CVT dan diteruskan ke roda dengan baik ; which is literally good! Halah…

Perubahan pada mesin ini sangat memengaruhi laju motor, jadi lebih ringan! Terutama di putaran menengah ke atas, yang terasa terus ngisi dan linear! Tarikan bawah memang terasa mirip-mirip kalo kita bandingkan sama ADV 150. Tapi.. soal tarikan menengah ke atas, ADV 160 saya akui jauh lebih enak!

Rasa “kosong” pada putaran menengah ke atas yang biasa dirasakan di ADV 150, gak terasa lagi di ADV 160. Thanks to New 4 Valve engine! Cruising di 70-80kpj berasa nikmat banget deh! Wkwkwk..

Feeling ini gak bisa bohong, saya rasakan ketika mencoba berakselerasi di padatnya jalur BSD-Jalan Raya Puspiptek. Overtake terasa lebih mudah dan menyenangkan dengan ADV 160.

Jalur perbatasan antara Kota Tangerang Selatan dengan Kab. Bogor yang sungguh “beda”, membuat para peserta turing bisa merasakan racikan suspensi ADV 160 terbaru. Shock depan terasa cukup halus dalam meredam guncangan dari lubang-lubang besar jalan. Namun, shock belakang terasa cukup keras. Wajar sih, untuk mengakomodir pas nanti digunakan berboncengan, shock harus dibuat rada keras.

overtake truk, ngeri ngeri sedap!

Gak jarang, kami juga harus melewati padatnya pasar dan kemacetan di daerah Ciseeng. Disini kemampuan rider filtering dalam kemacetan diuji. Alhamdulillah, walau stang motor ini termasuk lebar, tapi masih mudah dikendalikan walau di kemacetan dan sempit sekalipun.

Perjalanan menuju Kopi Tubing, kami disuguhi jalan yang menanjak dan banyak tikungan. Disinilah keunggulan ADV 160 terbaru bisa Saya rasakan.

Tanjakan berpadu dengan tikungan, nggak serta merta bikin ADV 160 kewalahan. Sekali tarikan gas, motor ini mampu melewati tanjakan dan tikungan dengan cukup mudah. Gak jarang, penunjuk RPM memasuki hampir 8rb, namun tenaga terasa linear dari putaran bawah hingga menengah, untuk meningkatkan laju motor di tanjakan.

Etape 1, mayoritas tanjakan!

Handling dari motor ini juga boleh dibilang jempolan bro! Gampang banget diajak manuver. Tekuk kanan, Tekuk kiri, motor terasa nurut tanpa ada perlawanan sama sekali. Posisi badan yang tegak juga bikin kita semakin nyaman dalam melibas setiap tikungan.

Cuma ya.. kalo lewat jalan keriting atau speedbump bikinan warga yang tajem-tajem, badan kerasa agak terhempas. Efek suspensi belakang yang agak keras. Tapi, overall masih bisa disebut yang terbaik di kelasnya soal redaman suspensi!

Soal jok, gimana?

Nah, ini yang juga jadi concern saya kemarin. Jok yang makin pendek, gak serta merta bikin ADV 160 jadi nggak nyaman buat diduduki. Busanya cukup empuk dan bisa mengakomodir kebutuhan bagian belakang kita saat riding berlama-lama. 80km lebih perjalanan di etape pertama, masih bisa diterima dengan cukup baik. Gak tau nih kalau agak panjang lagi. Next mungkin ya kalau ada kesempatan lagi.

Soal Pengereman

Motor matic 160cc dengan rem depan ABS ini sudah cukup lah untuk ngerem di segala kondisi. Dengan prosedur pengereman yang benar, motor mampu berhenti dengan tepat tanpa kesulitan. Rem depan ABSnya responsif dan bekerja dengan baik untuk mencegah slip saat ngerem di kondisi tertentu.

Sayang… rem belakang belum dilengkapi dengan ABS juga. Sehingga masih ada kemungkinan “ngesot” karena ban ngunci. Jadi ya harus tetap fokus ke rem depan, rem belakang sih support aja ya!

Yang bikin penasaran adalah saat nanti perjalanan pulang, mayoritas turunan. Nah, ini yang perlu kita tes lebih lanjut!

Soal HSTC

Saat perjalanan etape 1 menuju Langit Teduh Resort, saya sempat sekali merasakan fungsi dari Honda Selectable Torque Control (HSTC) ini bekerja bro. Tepatnya saat gak sengaja tarik gas di jalan yang berpasir dan licin. Efeknya, ECU menahan roda untuk gak berputar lebih banyak, alias ditahan supaya gak spinning dan bikin kita tergelincir! Jadi kita masih bisa mengendalikan motor dengan baik. Oke juga nih, siapa bilang TC ga berguna di motor kecil? Ini buktinya!

Perjalanan etape 1 dari BSD-Langit Teduh Resort, Bogor Selatan ini didominasi tanjakan. Jadi, konsumsi BBM terbaik dengan kombinasi bobot dan jalur menanjak adalah 34,1 km/liter bro! Boros? Saya rasa ini wajar! Maklum, bobot berat dan sering gaspol bikin mesin minum lebih banyak, wkwkwk..

Lumayan lah!

Next, kita akan bahas mengenai perjalanan pulang yang juga nggak kalah seru dari berangkatnya. Perjalanan pulang didominasi jalur turunan dan berkelok. Nanti kita ceritakan di part 2 ya bro. Gas!

Jangan lupa follow media sosial saya lainnya untuk bersilaturahmi..

Instagram : @indoride
Facebook Fanspage :Indoride.com
Facebook :Alki Rahmatullah
Twitter : @alkirahmatullah
Gmail : rahmatullahalki@gmail.com

14 Comments

  1. setelah saya pakai ADV170 ini touring 8000 km dan sampai di Sulawesi, tarikan awalnya terasa geredek, langsung deh saya ke bengkel AHASS terdekat, saya pun bertanya ke mekaniknya tentang masalah ini, dan ia menjawab “Ah, punya saya juga sama mas, geredek, mau gimana lagi, emang gini dari sananya…” ujanya… dan saya gak bingung lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*