Melihat Langsung Pembuatan Honda Genio di Pabrik Honda Cikarang, Mayoritas Pakai Robot! Keren Parah

IndoRide.com – Assalamualaikum brosist, salam geber sampai redline!

Bro, jadi hari ini saya bersama temen-temen Blogger dan Vlogger diundang untuk mengunjungi pabrik, alias Factory Visit Pabrik Honda di kawasan MM2100 Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Gak cuma visit aja bro, tapi kami juga diundang untuk Bedah Teknologi Honda Genio sampai ke akar-akarnya! Wah, seru banget, karena sebelumnya baru aja kami diajak untuk City Ride dan Review Honda Genio saat dipakai di perkotaan. Lantas, bagaimana keseruan kami hari ini, dan apa saja ilmu yang didapat? Yuk baca sampai habis!

Jadi, cerita awalnya saya berangkat dari Depok pakai Honda Beat. Kenapa gak pake si Edward, Byson kesayangan? Ya karena mau main ke pabrik Honda, masa pakai Yamaha, hahaha…. Nanti, beli ADV150 baru enak nih main ke pabrik! Hahaa.. Akhirnya ngeluarin Beat sekalian dipanasin, latihan jarak jauh dia. Mantap juga ternyata, perjalanan 50km gak terasa capek karena sudah dimodif joknya. Lumayan lah. Tapi bukan itu inti dari ceritanya…

Berangkat naik beat!

Sampai lokasi, kami langsung disuguhi pemandangan rangka eSAF terbaru dari Honda Genio yang diklaim lebih rigid dan lebih kuat, serta lebih mudah untuk dikendalikan di perkotaan. Kami juga disuguhi engine cutting Genio dengan mesin terbaru. Lantas, apa spesialnya? Untuk pengantar, brosist bisa baca artikel berikut terlebih dahulu yah!

Ibu isti memberikan pengarahan

Selang setengah jam, tanpa membuang waktu kami pun diberikan Safety Instructions mengenai keadaan di pabrik, dijelaskan bagaimana kondisi pabrik dan tentunya mengenai proses evakuasi ketika ada bencana atau kebakaran. Selesainya, kami diberikan briefing bahwa tidak boleh ada satu alat apapun yang bisa mendokumentasikan keadaan dalam pabrik/plant! Waaahhh… Ga bakal bisa foto-foto ini! Namun saya rasa ini wajar, karena pas main ke Pabrik AHM di Karawang 2 tahun lalu pun, tetap ga boleh buka kamera. Fair enough… Rules is rules! Kami pu diberikan sticker penutup untuk kamera HP. HP saya bener-bener boros sticker, karena punya total 4 kamera, Hahahah!

Setelah itu kami dibagi menjadi 4 tim, dan berangkat dengan masing-masing kloter. Saya masuk ke tim 2, berangkat bersama mang Asep, pak Didik, om Rama dan mas Marlin, dipandu oleh pak Buyamin untuk menjelaskan seluk beluk pabrik AHM yang terlihat dari tol Cikarang ini :D.

Untuk produksi di Plant AHM Cikarang ini keseluruhannya adalah produksi motor Matic. Untuk ADV dan PCX dimana? Ada di pabrik Sunter, sedangkan untuk Cub ada di pegangsaan. Tentu saja, untuk matic kecil kami dibawa keliling di plant AHM Cikarang ini. Oh ya, tour diawali dengan melihat dari atas bagaimana satu persatu part dikelompokkan dan dirakit hingga menjadi satu kesatuan. Contoh saja crankcase, head, piston, stroke, spull, dll disatukan dan menjadi satu kesatuan. Disatukan dengan part CVT, lalu dengan ban, rangka yang sudah dinomori, hingga ke body dan menjadi motor utuh! Tentunya melewati QC yang ketat dan dipertanggungjawabkan lewat barcode yang ada di tiap personel QC.

Kabarnya, AHM mampu memproduksi tiap motor hanya dalam waktu 22 detik saja, alias 3 motor dalam 1 menit! Gileee… di Plant AHM Cikarang ini sendiri bekerja dalam 3 shift, artinya dalam 24 jam selalu produksi! Gokil benerr.. Kapasitas produksi untuk 1 plant saja bisa lebih dari 3ribu unit perhari. Gak heran, bisa memproduksi hingga jutaan motor pertahun!

Pembuatan rangka eSAF, presisi dan canggih! Mayoritas pakai robot

Bagian paling menarik dari Plant Tour kali ini menurut saya adalah melihat proses pembuatan rangka terbaru Honda yang disematkan di Honda Genio, yakni rangka eSAF. Yap bro, rangka ini 100% baru, didesain oleh AHM untuk mendapatkan sebuah rangka yang lebih rigid dan kuat, serta mempengaruhi handling untuk motor perkotaan. Rangka ini dicetak dari plat-plat yang telah disiapkan, dicetak oleh mesin otomatis dan dilas oleh robot yang presisi dan dengan pengerjaan sangat rapi. Pembuatan rangka juga tidak memakan waktu yang lama karena telah dibantu mesin untuk pengerjaannya. Jadilah, rangka eSAF yang akan disatukan dengan mesin terbaru Honda Genio yang ringan, dan kuat.

Sayang sekali, saya gak bisa sama sekali ambil gambar di dalam plant karena terlarang untuk ambil gambar kecuali oleh tim Honda. Walhasil saya hanya bisa berfoto saat rangka telah selesai dikerjakan dan telah difinishing oleh teman-teman pekerja. Okelah, foto dulu biar keren, minta tolong lek Iwan Banaran buat fotoin pakai kamera Sony A6400nya yang super keren hasilnya! Gokil… Terimakasih lek Iwan!

Selesai Plant Tour, kami pun diajak untuk membedah teknologi yang ada di Honda Genio. Saya penasaran, apa aja sih rahasia dari rangka Honda Genio ini? Ternyata, rangka eSAF memang dibuat sepertinya untuk investasi di masa depan, dimana kalau melihat fasilitas dari pabriknya yang sudah sangat mendukung untuk membuat Honda Beat, Scoopy, dan matic-matic lain menggunakan rangka ini. Bayangin, 1 plant untuk buat rangka eSAF aja! Masa cuma di Genio? hehehe… Lanjut, saya pun menyimak penjelasan mengenai rangka, mesin, dan bedah Honda Genio secara keselurhuan.

Rupanya, rangka dibuat dengan ketebalan yang variatif, mulai dari 1mm sampai 1,8mm. Platnya pun dicetak dengan presisi menggunakan mesin, dan diklaim tahan korosi karena sudah dilapisi cat anti karat sebelumnya. Bahannya sendiri memakai special plate, yang diformulasikan oleh tim AHM dan sudah dipastikan kekuatannya. Dengan arsitektur rangka terbaru ini, tentunya Genio jadi lebih lincah dan asyik untuk selap selip di perkotaan. Hal ini sudah dibuktikan lewat pengetesan beberapa waktu lalu saat City Ride bareng Wahana.

Oh ya, soal mesin banyak yang baru juga, dan AHM ngeklaim bahwa mesin ini Totally NEW alias baru. Mulai dari head, crankcase, silinder, sampai ke cvt semua baru, beda dengan mesin 110cc sebelumnya. Yang paling menarik adalah pas ngeliat langsung “daleman” mesin dari Honda Genio ini saat dibongkar. Pistonnya mungil banget :D. Ukuran piston lebih kecil yakni hanya 47mm saja, sedangkan stroke memang terlihat lebih panjang dengan ukuran 63,1mm, yang mana konfigurasi mesin seperti ini tentunya cocok dengan kondisi perkotaan yang butuh sering ngegas di putaran awal, atau stop n go. Sudah terbukti di City Ride kemarin!

Soal CVT juga berbeda, dimana Honda Genio sudah selangkah lebih maju dari Honda Beat dkk, yang masih memakai V-Belt. Untuk Genio sendiri sudah memakai belt model W-Cog, yang mana belt W-Cog ini lebih presisi, lebih lentur, dan lebih senyap karena gerigi berada di posisi bawah dan atas membentuk huruf W. Belt ini baru dipakai di kelas 150cc seperti PCX, Vario dan ADV lho bro! Jadi di kelas 110cc baru Genio yang memakainya. Untuk ukuran Roller sendiri, ia menggunakan roler cukup berat yakni 15gram! Menurut AHM, penggunaan roller 15gram ini untuk menyeimbangi mesin yang punya karakter di putaran bawah. Kalo mau lebih narik lagi, bisa diturunin aja ukuran Rollernya nih! Gokill..

Acara dilanjutkan dengan makan-makan, dan ngobrol mengenai mesin terbaru Genio ini. Ketika ditanyakan potensi mesin dan rangka untuk dipakai di motor selanjutnya, hmm… Pihak AHM menjawab dengan santai, masih akan melihat respon pasar dulu! Oalahh, ya tentu, namanya perusahaan harus membaca pasar supaya gak salah langkah, tapi saya YAQINN 100 persen dengan infrastruktur yang telah ada, rangka ini akan dibawa ke next gen of Beat, Scoopy, Vario dan matic lain! :D.

Last, terimakasih untuk PT. AHM yang telah mengajak saya dan kami semua untuk mengunjungi pabrik di Cikarang. Luar biasa melihat ritme kerja yang sangat rapi dan terstruktur, serta hasil produksi yang sangat masif dari pabrik AHM Plant Cikarang ini. Senang juga melihat antusiasme teman-teman yang bekerja di PT. AHM yang bekerja dengan sepenuh hati untuk menciptakan alat transportasi untuk masyarakat Indonesia…

Sukses selalu!

Semoga berguna!

Jangan lupa follow media sosial saya lainnya untuk bersilaturahmi..

Instagram : @indoride
Facebook Fanspage : Indoride.com
Facebook : Alki Rahmatullah

Twitter : @alkirahmatullah
Gmail : [email protected]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*