Review Touring 113 KM Bersama Honda ADV150, Sebuah Pembuktian!

IndoRide.com – Assalamualaikum brosist, salam geber sampai redline!

Brosist, Touring bersama temen-temen selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak terlupakan. Hobi motoran memang aneh, naik motor jauh-jauh kok seneng? Tapi ya begitulah, ketika sudah berada di atas motor, semuanya terasa ringan, beban hidup pun terbang! :D. Dalam rangka menghilangkan beban hidup tadi, saya menerima invitation dari Honda untuk mengikuti rangkaian Honda Bikers Day 2019 yang salah satu agendanya adalah Touring dari Dieng ke Ambarawa, menggunakan Honda ADV150! Yap, ADV150, motor yang sempat viral banget dan menyumbang ratusan ribu view di youtube saya. Diajak riding naik ADV150? YA MAU BANGET! :D.

Sebelumnya saya memang belum berkesempatan untuk merasakan riding bersama Honda ADV150. Maklum, baru sempat merasakan test ride saat di Venue bulan Juli lalu. Ada agenda touring di Bali saat itu, tapi sayang IndoRide gak berkesempatan untuk gabung. Ada kesempatan untuk test ride harian, sayangnya IndoRide gak request saat itu. Hoalahh… Ternyata, rezekinya baru datang di bulan Desember bro!

Sempat viral, tapi belum pernah ngerasain touring bareng

Akhirnya,di bulan desember ini saya berkesempatan untuk riding bersama motor Advance dari Honda ini. Gak tanggung-tanggung, sekitar kurang lebih 101 km dilibas dalam satu kali perjalanan. Dan… Berikut review dari saya, mengenai Honda ADV150, The Advance Scooter.

Melintasi jalur berkelok-kelok, cukup ekstrim, dan membuai!

Awalnya di briefing, kami diberitahu bahwa jarak yang ditempuh kurang lebih adalah diatas 110km. Ternyata, detailnya adalah hampir 113 km kami berjalan bersama ADV150. Idealnya… jarak dari Dieng menuju Ambarawa jika lewat jalan normal adalah sekitar 80km saja. Namun, tentunya pihak AHM gak mau memberikan jalur biasa kepada kami. Kami diberikan jalur yang Berkelok, cukup ekstrim, dan tentunya membuai… Hal ini gak lain gak bukan, tentunya untuk menguji ketangguhan sang ADV150.

Saya dapat ADV150 warna merah, ABS, kilometer 1200an, seneng dah dapet yang ABS! Bisa lebih maksimal reviewnya

Soal Ergonomi?

Ilustrasi

Soal ergonomi, gak butuh waktu lama bagi saya untuk beradaptasi. Ya, posisi riding tegak dengan stang lebar ini terasa cocok, bahkan untuk riders dengan tinggi 180cm up. Gak ada gejala mentok, walau kaki gak bisa selonjoran *saya kurang suka selonjoran di motor XD*. So, soal ergonomi, menurut saya cukup nyaman, dan gak butuh lama adaptasi. Apalagi, posisi riding yang tegak juga bikin berkendara jadi lebih enjoy.

Sebelumnya, barangkali ada yang mau nonton videonya…

Lets Ride!

Menjawab Pertanyaan, Rider Tinggi 180cm+ Naik Honda ADV150! Masih Cocok?

Gazzkeun

Start dari Dieng (Setelah puas 2 hari explore Dataran Tinggi ini, Terimakasih dieng), Tani Jiwo Hostel. Tujuan pertama adalah akan CSR di SDN 1 Sigedang, dimana lokasinya berada di dekat Kebun Teh Tambi.

Sebelumnya, kami melewati jalur lintas yang mayoritas berkelok dan cukup sempit. Disini saya merasakan kombinasi yang luar biasa dari handling, mesin, dan pengereman yang benar-benar membuai diri ini dalam ritme berkendara. Asli, mantap bro!

Jalur yang berkelok membuat ADV150 ini terasa nikmat sekali dikendarai. Badan terasa menyatu dengan motor, motor yang sangat mudah dikendalikan sehingga tiap tikungan bukan menjadi masalah yang berarti. Suspensi settingan Adventue dengan travel panjang, menghasilkan rebound yang pas dengan koreksi yang cepat. Ah, Sempurna rasanya! Eits, jangan buru-buru ambil kesimpulan! Kebiasaan.. Maklum, udah terlalu keenakan lewat jalur nikmat dengan pemandangan super keren! :D.

Saat melintasi tanjakan panjang…

Selang 30 menit kami pun sampai di kompleks Kebun Teh Tambi. Disini, Honda ADV150 disiksa melewati tanjakan panjang dan lurus. Saya yang penasaran pun mencoba untuk geber ADV150 ini, tanpa ampun. Sekalian membuktikan review dari teman-teman sebelumnya. Lantas, bagaimana rasanya?

Sampai setelah disiksa dulu ni motor! 😀

Jujur, respons gas memang terasa gak terlalu jambak layaknya Vario atau PCX. Terasa ada sedikit gap saat menarik gas dengan jambakan power, gak begitu intimidatif, relatif smooth. Alhasil, nanjak panjang cuma bisa mendapat angka 40-50an km/jam. Ditambah riders yang beratnya diatas 1 kwintal, berharap apa bro? Dijamin deh motor jadi kurang nampol. Power-Weight-To-Ratio pun caur! :D.

Eits, ternyata angka ini terus naik, menandakan bahwa ADV150 ini punya power yang linier dan terus meningkat walau di keadaan nanjak seperti ini. Walau saya disalip-salipin sama riders yang lebih kecil badannya, tapi ternyata di ujung tanjakan, saya berhasil dapat angka 65km/jam. Wow, lumayan nih!

Gak sepenuhnya salah motor sih, salah ridernya juga, kenapa bisa 1 kwintal lebih beratnya!! XD

Dibayar lunas dengan handling yang ajib!

Untungnya, power yang terasa biasa aja di putaran bawah ini dibayar lunas dengan handling dari ADV150 ini. Sekali lagi pembuktian pasca CSR, kami melewati jalur berkelok yang didominasi jalur aspal cukup mulus ala pedesaan yang sempit. Dan.. jujur, ini motor uenaakk tenan handlingnya bro!

Motor ini terasa gesit banget, enteng banget ketika diajak nikung. Luar biasa, motor terasa nurut dan jika kita melakukan sedikit kesalahan, motor langsung mengkoreksi dengan sangat baik. Hal ini ditambah dengan pengereman mumpuni sehingga meminimalisir terjadinya lowside atau bahkan high side! Gak nyangka, ban Federal dengan kembangan semi dual purpose ini juga enak banget diajak nikung!

Siiip

Perpaduan sasis, suspensi yang baik, dan pengereman yang apik menghasilkan motor yang enak dikendarai. Jos!

Namun ada harga yang harus dibayar dari nurutnya ADV150 ini bro. Yap, suspensi yang menurut saya ga bsia dibilang empuk. Suspensi ini tipenya agak stiff, buat ngejar handling oke yang memang sudah terbukti. Tapi, ini masih masuk dalam batas yang sangat wajar. Gak begitu keras, lewat jalan kurang rata pun masih jadi hal yang wajar nih peredamannya. Buat yang gak suka macem-macemin motor, suspensi ini udah terbaik deh settingannya.

Yang bikin kurang nyaman sebenernya ada satu, yakni kulit jok yang merosot-merosot kalau dipakai jalan, apalagi buat akselerasi/deselerasi, berasa tuh kulit jok ngikut geser.. hehee! Ini sih bukan masalah besar, karena memang di dalam kulit jok tersebut ada plastik yang bikin licin. Bisa dibuka plastiknya, atau bisa diganti sekalian kulitnya pakai yang bagusan.

Perjalanan pun kami lanjutkan, hingga sampai di dataran yang tak lagi tinggi. Yap, akhirnya sampai di jalur yang sudah cukup rendah, di perbatasan antara Kendal dengan Ambarawa. Disini kami diberikan bonus untuk test ADV150 dengan speed yang lebih tinggi. Jalan yang relatif lebar, mulus, dan halus, membuat kami enak test motor ini hingga lebih dari 90km/jam. Benar, respons awal yang terasa biasa aja, namun hasilnya positif dan tetap naik, enak nih yang begini! :D.

Jalan perkebunan yang berliku-liku lagi-lagi saya gunakan untuk test handling ADV150. Kali ini jauh lebih lebar dibanding sebelumnya. Bagaimana rasanya? Enak bro! Nikung terasa mantab dan gak butuh effort berlebih. Sampai bertemu dengan rombongan big bike Honda yang juga sedang menikmati jalanan, wah, seru abis dah! Ketemu X-ADV750 :D. Setelah itu kami rest di Plantera, perkebunan buah, dan menikmati buah-buahan serta jus yang nikmat bener…

Setelah itu, kami masih harus melintasi jalur tikung menikung dan jalur sempit lagi yang menjadi tembusan ke Ambarawa. Saya kurang hafal nama daerahnya, yang jelas banyak spot menarik untuk test motor. Seperti jaluryang jauh lebih kecil, tikungan yang jauh lebih tajam, serta turunan dan tanjakan yang lebih tajam! Bagaimana rasanya ADV150 dibawa di jalur seprti ini?

Ternyata sama dengan yang sebelumnya dirasakan. Bonusnya, rem ABS bekerja dengan sangat baik di medan turunan panjang. Meminimalisir terjadinya rem blong ataupun ban mengunci. Beberapa kali saya diselamatkan oleh rem ABS ini saat berada di turunan dan tikungan yang bersamaan. Alhamdulillah, hampir ngunci tapi untungnya ada rem ABS! Yang walau single channel saja, tapi masih sangat mumpuni untuk memperlambat laju motor…

Konsumsi bahan bakar?

Banyak yang bilang ADV150 ini irit pol! Tapi tidak dengan saya :D. Kalau udah ada di bawah saya, mtor apapun terasa boros masbrooo :D. Walaupun menurut saya ini masih jauh lebih irit karena bisa dapat 38-39km/liter untuk riding style yang buka-tutup gas tanpa kompromi, gas trus! wkwkwk.. Tapi tetep sih, menurut saya motor ini masih bisa dimaksimalkan dari segi power, baik itu settingan CVT, mesin, ataupun ECU nya!

Lainnya?

Soal speedometer udah oke banget deh. Digital Display with Negative Backlitnya udah pas buat dibawa di siang maupun sore hari. Masih eklihatan, walau ga secerah display biasa. Fiturnya lengkap dan kerasa mewah layaknya speedo Honda X-ADV750. Yang paling saya suka dari desain speedonya yang terasa futuristik, ditambah fitur-fitur mewah seperti suhu sekitar pun ada di motor ini. Gokill…

Bagasi luas. Walau gak terlalu dalam, tapi bagasinya panjang sampai ke belakang. Selama perjalanan, buat simpen jas hujan, cover sepatu, air minum, tas slempang yang isinya kamera, powerbank, dll semuanya masok! Akomodasinya lumayan. Ditambah ada laci penyimpanan buat charge HP, walau kecil tapi berguna nih, ada socket chargernya juga.

Windshield yang adjustable nampaknya memang cakep untuk estetika, namun rasanya masih kurang tinggi. Bagus lah nih daripada gak ada sama sekali hehe..

Terimakasih ADV, terimakasih semua!

Last, ADV150 memang bisa disebut sebagai matic yang advanced. Dari segi handling, suspensi, fitur, desain, pengereman. Namun sepertinya masih harus ada ubahan di sektor performa, yang mana bisa mendukung angkatan di putaran bawah. Overall, semuanya sudah oke, hampir sempurna untuk sebuah motor skutik 150cc. 101km dilewati tanpa terasa lelah, tanpa terasa capek, karena pas dengan ergonomi dan juga getaran mesin yang sama sekali ga terasa. Cocok lah… Mantap!

Segini dulu ya review dari saya, semoga bisa menjadi referensi bagi temen-temen yang mau beli motor. Jangan sungkan untuk bertanya atau komentar ya! Terimakasih..

Semoga berguna!

Jangan lupa follow media sosial saya lainnya untuk bersilaturahmi..

Instagram : @indoride
Facebook Fanspage : Indoride.com
Facebook : Alki Rahmatullah

Twitter : @alkirahmatullah
Gmail : rahmatullahalki@gmail.com

14 Comments

  1. jok sama tenaga musti dibenahi nih…
    untung saja bisa meringankan tubuh, overtake pas di tanjakan panjang… wkwkwk…

  2. pengalaman ane min Touring 550km yang paling berkesan sama si ADV ini dari segi suspensi dan Aerodimikanya, jalur pantura yang anginnya cukup kencang aja masih enak ditembus di kecepatan rata-rata 100kpj tanpa ada kendala, klo Soal nanjak dengan bobot rider yang lumayan butuh ancang2, konsumsi bbmnya itu loh irinya kebangetan 😀

  3. Kalau menurut ane yg juga turing di hbd kemarin, karakter powernya nggak cocok sama style nya. Harusnya dengan style dual purpose torsi di putaran rendah terasa njengat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*