Naik Kereta Paling Unik dan TERMAHAL Seumur Hidup, 2 Jam 10 Juta! #IndoRideJalanJalan

IndoRide.com – Assalamualaikum brosist, salam kurang piknik!

Kalo kata para traveler, pikniklah supaya hidup gak mumet karena kurang piknik. Kabarnya kurang piknik bisa bikin cepet tua. Saya gak mau cepet tua, makanya saya coba piknik sedikit demi sedikit supaya mengurangi kesempatan untuk jadi cepat tua. Hahaha.. Kali ini, segmen #IndoRideJalanJalan berkunjung ke Ambarawa, Jawa Tengah, untuk merefresh otak sekaligus bersilaturahmi. Ajang jalan jalan kali ini disponsori oleh PT. AHM, selepas mengikuti rangkaian acara Honda Bikers Day 2019 Dieng-Ambarawa 28 Nov-1 Des 2019 kemarin. Seru banget deh bro!

Yang lebih seru lagi, saya bersama teman-teman Blogger dan Vlogger diberikan kesempatan yang luar biasa, karena kami dibayari naik kereta TERUNIK dan TERMAHAL seumur hidup! Ya, karena gak sampai 2 jam, tarif yang dipatok oleh kereta ini adalah sebesar 1o juta rupiah masbro! Gokil, kok bisa sih semahal itu?? Padahal kereta mewah Indonesia yang menghubungkan Jakarta-Surabaya aja paling gak sampai 2 Juta! Ternyata… Kereta kali ini spesial, karena saya naik kereta berumur 117 tahun yang masih hidup dan berfungsi sampai saat ini! Gimana rasanya?

Kita balik dulu ke sebelum jam 8 pagi. Yap, jam 7 kami harus sudah check out dan cabut dari hotel menuju Stasiun Ambarawa. Karena kabarnya, kami gak akan bisa ditungguin oleh kereta yang jadwalnya sudah FIX. Kalau sudah telat ya ditinggal, ga akan bisa nunggu. Sebab, kereta uap ini sudah dipanaskan sejak jam 5 pagi untuk keberangkatan jam 8. Jika lewat, tentu akan rugi karena kereta uap ini memakan banyak sekali sumber daya untuk sekali jalan.

Kabarnya, untuk sekali jalan, kereta ini bisa menghabiskan lebih dari 3,5m kubik Kayu jati plus 6.000 liter air! Wajar saja, karena kereta berumur 117 tahun ini masih menggunakan mesin uap yang tenaganya berasal dari pembakaran kayu jati. Maka dari itu, biaya yang dikeluarkan untuk bisa naik kereta bersejarah dengan kode B2503 ini begitu mahal. Betapa tidak efisiennya kendaraan zaman dulu ya Bro, bersyukur deh kita yang sudah tinggal di era modern ini. Hehehe..

Pose bersama bapak masinis…

Namun menjadi hal yang gak akan terlupakan, menaiki kereta uap yang dibuat oleh Jerman di tahun 1903 ini. Ya, kami jalan tepat pukul 8 dengan gerbong yang berisi tepat 40 orang rombongan AHM plus Blogger dan Vlogger. Bau asap pembakaran kayu jati terasa cukup kuat dan khas, herannya gak begitu pedih dimata (jika dibandigkan dengan pembakaran hasil diesel).

Menjadi hal yang gak terlupakan lagi, ketika bisa menaiki gerbong yang umurnya bahkan lebih tua dibanding kakek buyut saya. Menurut pak Muhsin, sebagai kondektur kereta uap jadoel ini, semua masih terjaga keasliannya tanpa ada yang direkondisi selain cat. Artinya, gerbong, hingga interior di dalamnya semua masih original. Begitu juga jendela kereta yang dibiarkan terbuka, merasakan asap dan semilir angin yang ikut masuk ke dalam gerbong. Seru banget…

Kami melanjutkan perjalanan. Bersyukur, cuaca Ambarawa pagi itu sangat bersahabat, seolah menyapa warga Jawa Barat yang berkunjung ke Jawa Tengah, ya itu saya ehhee… Kami diajak menyusuri satu rel yang membelah sebuah rawa yang kondang disebut Rawa Pening. Pemandangan indah kiri kanan sangat indah dan memikat. Pemandangan dua gunung Ungaran dan Merbabu yang menghiasi perjalanan semakin lengkap dengan suasana pedesaan yang kental. Maklum, Rawa Pening masih kering pasca kemarau panjang beberapa bulan kemarin. Sehingga, kita bisa melihat aktivitas warga di tengah sawah.

Jalur ini kami telusuri selama kurang lebih 45 menit perjalanan. Jarak yang ditempuh dekat banget, dari Ambarawa ke Stasun Tuntang saja. Ada lagi sih sebenarnya jalur yang lebih panjang, naik ke bukit, Stasiun Bedono namnaya, dengan biaya Rp 15 juta per gerbong. Nah, untuk yang naik ke Bukit ini spesial lagi, karena rel yang dilalui nantinya bergerigi agar bisa membantu naik ke atas bukit. ntuk sementara naik yang biasa aja udah seneng banget saya… Hahaha, skiip!

Setelah sampai di stasiun Tuntang, kami berhenti sejenak untuk berfoto dan beristirahat sambil menikmati cemilan yang kami bawa. Sambil kereta dilansir (dipindah haluan) menuju kembali ke Stasiun Ambarawa. Disana kami mengambil beberapa foto keren yang tentunya ga bisa diulang setiap kali..

Singkat cerita kami kembali sampai di stasium Ambarawa. Disana, kami disambut oleh Tour Guide yang siap menjelaskan detil demi detil mengenai Stasiun Ambarawa. Uniknya, stasiun Ambarawa yang sempat collapse karena kalah dengan transportasi umum lain ini, sekarang telah menjadi museum yang menyimpan jutaan cerita bersejarah. Nilainya jauh lebih besar dibanding hanya menjadi stasiun transportasi biasa…

Disana, kami diajak untuk melihat berbagai lokomotif yang bersejarah. Mulai dari lokomotif uap buatan jerman yang sempat mengabdi di masa belanda, hingga lokomotif diesel buatan Amerika yang sudah lebih efisien dan modern di tahun 50an. Kami juga diberikan kesempatan untuk melihat-lihat halte/stasiun yang dijadikan museum di Stasiun Ambarawa ini. Ada berbagai Halte dari berbagai stasiun di pulau jawa. Ada yang dari jawa barat, jawa tengah, bahkan dari jawa timur… Mantap banget nih!

Terakhir, kita harus bangga karena nyatanya Indonesia menjadi salah satu negara dari 3 negara pemilik Lokomotif bersejarah. Indonesia masih bisa melestarikan warisan jaman dahulu sehingga kita masih bisa melihat dan bahkan merasakan bagaimana jadi orang kaya yang naik kereta seperti zaman dahulu hehehe… Yang pasti, kita bisa mengenal lebih jauh mengenai sejarah Indonesia dan ragam macam transportasinya di zaman penjajahan hingga bebas merdeka.

Buat brosist, sekali kali wajib banget neh cobain naik kereta tua di Ambarawa! Kapan lagi ya kan, mumpung masih bisa beroperasi!

Sekian dulu segmen #IndoRideJalanJalan kali ini, semoga menginspirasi dan bisa menjadi referensi jalan jalan brosist berikutnya!

Semoga berguna!

Jangan lupa follow media sosial saya lainnya untuk bersilaturahmi..

Instagram : @indoride
Facebook Fanspage : Indoride.com
Facebook : Alki Rahmatullah

Twitter : @alkirahmatullah
Gmail : rahmatullahalki@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*