Site icon INDORIDE.COM

Seburuk Itukah Pemikiran Orang Terhadap Yamaha Byson?

IndoRide.com – Assalamualaikum brosist,salam geber sampai redline!

Agak jenuh juga yah ngikutin perkembangan motor-motor baru yang kayaknya gak ada habisnya,selalu aja ada bocoran baru yang bisa dibahas tuh :D. Nah,kali ini sekedar artikel intermezzo aja ya brosist.. Sebenarnya sih,artikel ini lebih ke berbau-bau curhat dari penulis pribadi nih.. XD. Langsung aja deh ya,semoga pada mau baca curhatan yang gak jelas ini,jangan dibully yah!! XD.

Cerita diawali ketika saya sudah sampai ke titik dimana saya butuh sebuah kendaraan baru untuk kehidupan commuter saya sehari-hari. Sebelumnya,yang nyimak blog sederhana ini pasti sudah tahu dong apa kendaraan saya sebelumnya? Yap,sebelumnya,Evita alias Revo 100 berwarna hitam kelahiran tahun 2008 itu selalu menemani saya menjalani kehidupan saya sehari-harinya,tanpa kenal lelah ia menemani saya wara wiri kesana kesini. Sudah saatnya Evita beristirahat,dan nongkrong-nongkrong dirumah aja..

Evita,Revo 100 kebanggaan penulis 🙂

Tiba disaat semua kebutuhan untuk memiliki sebuah kendaraan baru sudah terkumpul. Niat,materi,serta dukungan orang tua,semua yang saya butuhkan sudah tersedia. So,dengan dana yang seadanya tersebut,saya ingin mencari sebuah motor yang nyaman,cukup bertenaga,dan pastinya mampu menemani saya wara-wiri kesana-kesini seperti yang dilakukan oleh Evita sebelumnya.

^beberapa motor impian penulis

Pilihan saya jatuhkan kepada motor sport,atau motor naked bike berpostur besar yang cocok dengan postur tubuh saya yang proporsional ini.. (jangan ketawa dulu). Dengan dana segitu,pilihan yang rasional saat itu adalah Yamaha Byson,Honda Tiger dan Bajaj Pulsar 220 (semua dalam kondisi secondhand). Ketiga motor tersebut masuk ke dalam pertimbangan saya untuk menemani sehari-harinya. Tiba saatnya untuk memilih,cari info sana sini.. Dan saya menyingkirkan 2 kandidat..

Yang pertama,saya gak memilih Bajaj Pulsar 220,karena hal yang pasti sudah diketahui umum oleh brosist sekalian. Yap,dealernya sudah pada kabur,rumor sparepart susah dan bengkel resmi yang sudah sangat sedikit,membuat saya mengurungkan niat untuk meminangnya. Padahal,sudah naksir dengan bentuk sang Serigala dari Hindustan ini dari tahun 2011 lalu. Oke,Pulsar 220,coret.

Yang kedua,Honda Tiger,dengan budget yang saya miliki,hanya dapat Macan tahun 2005-2008an. Sudah cukup tua tentunya,bahkan lebih tua dari si Evita. Selain itu,si Macan butuh banyak restorasi,terutama modifikasi di bagian kaki-kaki,karena seperti yang kita tahu bersama,si Macan butuh upgrade kaki-kaki terutama velg dan ban agar terlihat lebih kekar. So,maybe next time can,Tiger coret.

Tibalah pada opsi terakhir,si Kebo Byson yang akhirnya menemani saya sudah 3 bulan lebih ini. Ya,saya memang sudah menyukai bentuk tubuh si Kebo yang kekar dan proporsional tersebut. Terlepas dari rumor-rumor yang bertebaran,bahwa Yamaha Byson itu lemot lah,ini lah itulah,saya coba untuk tidak mendengarnya. Akhirnya,saya menjatuhkan pilihan kepada sebuah Yamaha Byson tahun 2012 berwarna putih ini..

Si Kebo Bule

Kesan pertama,pindah dari sebuah motor bebek 100cc ke motor batangan 150cc,pastinya saya merasakan kenyamanan yang lebih baik saat naik Yamaha Byson,dan juga tenaganya pasti lebih besar daripada si Evita, Ya iyalah,beda hampir 7 hp pastinya lumayan kerasa tuh brosist,hehe.

Banyak yang menyayangkan ketika saya memilih untuk meminang sang Kebo. Apa alasannya? Banyak alasan sih,yang paling banyak adalah isu lemot dari si Kebo ini sangatlah kuat. Betul saja,beberapa teman yang saya temui pun menyayangkan,dengan memberi beberapa komentar yang cukup menjatuhkan si Kebo.

Selemot apa sih Yamaha Byson?? Byson memang saya akui lebih lemot dari motor-motor sport 150cc yang pernah saya rasakan. Tentu,jauh lebih lemot dari motor-motor sport 150cc 4 Valve seperti All New CB150R dan juga Yamaha New Vixion. Jelas,Byson masih mengusung engine type Jadul,air cooled dengan hanya 2 klep dengan output power seadanya.. Ditambah,karburator vakum yang diusungnya semakin membuat tenaganya tertahan tuh. Velg yang cukup lebar juga menjadi salah satu penyebab tertahannya tenaga Yamaha Byson (saya dengan bangga menyebutnya pionir di Indonesia soal velg dan ban lebar nih,Byson is the first one! :cool:).

But… Please,jangan samakan ia dengan yang lain (Kayak lagu aja yeh :D). Maksudnya,bagi yang bilang Byson ini lemot,ataupun bilang lebih lemot dari bebek standar atau matic standar,sepertinya kudu nyoba dulu nih.. Memang sih,akselerasi Byson terasa sangat tertahan akibat karburator Vakum yang cukup ngehek ini (trust me,this thing is really ngehe -_-). Tentu saja beda brosist. Boleh saja Byson kalah akselerasi oleh motor matic standar 110-125cc,namun di kecepatan dan rpm tertentu,Byson sudah bisa melewatinya kok.. (gak maksud bangga-banggain,udah ngerasain sendiri inimah). Topspeed yang pernah saya dapat di trek yang sepi dan kurang dari 1km adalah sekitar 118 kpj,masih mau naik lagi cuma didepan sudah ada motor yang mau belok..

Gak kalah disandingin sama Moge 600cc.. *tampilannya aja

Hal ini juga diperkuat dengan banyaknya owner Byson yang mengoprek motornya jadi ‘Byson Kentjang’ dengan ubahan yang bermacam-macam tuh brosist. Bahkan,saat saya konsultasi ke salah satu suhu (baca : orang yang paham;mengerti) Yamaha Byson,ia mengakui bahwa motor racikan India ini sebenarnya punya potensi yang ‘terkebiri’.. Alias,dengan ubahan di bagian-bagian yang menahan performa Byson tersebut,si Kebo sudah bisa lari lebih kentjang,bisa lah setara motor 150cc sekelasnya..

Enginenya yang sekilas mirip dengan tetuanya,Yamaha Scorpio,memungkinkannya untuk mengambil basic modifikasi dengan menggunakan ‘daleman’ Scorpio tuh brosist. Byson masih mampu diisi dengan isi silinder hingga 225cc bahkan lebih! Khusus yang punya duit lebih tuh,saya sih standaran ge uyuhan.. XD.

Nah,seburuk itukah pemikiran orang tentang Yamaha Byson? Ya,namanya juga pemikiran,opini,gak ada yang ngelarang lah ya brosist. Apalagi,tampang si Kebo yang ganteng ini gak didukung dengan mesin dan performa yang memadai untuk kebut.. Walaupun memang kegunaan si Kebo bukan buat ngebut-ngebutan,tapi ya tetep aja,dimari mah kudu kenceng biar laku!! XD. Salah satu caranya ya coba aja dimodifikasi brosist..

Sayangnya,Yamaha kurang serius menggarap si Kebo secara lebih lanjut di Indonesia. Munculnya Yamaha Byson FI bukannya mendongkrak penjualan,malah sepertinya jarang terlihat di jalan tuh brosist. Ya karena itu tadi,mungkin image lemot yang disandang Si Ganteng ini sudah terlalu mendalam di benak publik.. Hmm,berandai-andai,si Kebo pakai engine 225cc Injection dengan teknologi VVA seperti Yamaha Nmax.. Masih ada yang berani bilang lemot? Ngah ngah..

Byson FI… Kurang digarap secara serius oleh YIMM nih

Oke,sekian artikel unek-unek gajelas dari IndoRide.com,semoga bisa menghibur dan memberi sedikit pencerahan buat brosist sekalian yah.. Next article ditunggu aja,semoga lebih asik dan seru buat dibahas bareng! :roll:.

Lemot?? Ah,selfie ajalah 😀

Thanks for reading and sharing,leave some comments below here,and see you on the next article.

Wassalamualaikum.

Written by Alki Rahmatullah

Follow me on..
Whatsapp : 08892377086
Facebook Fanspage : Indoride.com
Facebook : Alki Rahmatullah
Twitter : @alkirahmatullah
Gmail : rahmatullahalki@gmail.com

 

 

Exit mobile version